Akuntan Wajib Tahu! Ini Istilah Laporan Keuangan yang Wajib Dipahami
Saat mendalami suatu bidang tentu tidak boleh setengah-setengah saat mempelajarinya. Ini berlaku juga di bidang akuntansi dan keuangan, harus tahu sampai seluk beluknya agar mahir dan menguasai ilmu tersebut. Apalagi jika Anda bekerja di bidang keuangan atau memiliki usaha sendiri. Di sini akan dibahas salah satu basic dari bidang keuangan yaitu istilah laporan keuangan yang wajib dipahami.
Mengapa harus memahami istilah laporan keuangan? Sebab di dunia akuntansi dan bisnis tidak bisa lepas dari yang namanya laporan. Ditambah lagi ada banyak jenis laporan yang ada. Jadi, mari mulai pahami istilah di dalamnya satu per satu.

Istilah Penting di Laporan Keuangan
1. Harga Pokok Penjualan (HPP)
HPP adalah total harga yang dibayarkan untuk produk yang dijual selama periode laporan, ditambah dengan biaya pengiriman produk tersebut ke toko penjual. Sedangkan bagi perusahaan manufaktur, HPP adalah nilai persediaan awal yang ditambahkan dengan pembelian, biaya pengiriman, bahan baku, tenaga kerja, dan biaya tetap (overhead), kemudian dikurangi dengan persediaan akhir.
2. Laba Bersih
Dalam hal ini diartikan sebagai laba sesudah dipotong seluruh biaya beban dan pengeluaran.
3. Laba Kotor
Laba sebelum dipotong pengeluaran, biaya bunga, pajak serta biaya-biaya lainnya.
4. Laba Ditahan
Merupakan bagian dari pendapatan bersih perusahaan yang tidak dibayarkan atau dibagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk dividen. Laba ditahan tersebut diinvestasikan atau ditanamkan kembali dalam perusahaan dan nilainya diakumulasi selama seumur hidup perusahaan.
5. Beban
Penurunan manfaat ekonomi di dalam satu periode akuntansi atau pengurangan pendapatan yang nantinya akan menghasilkan laba bersih.
6. Neraca Saldo
Laporan yang isinya saldo akhir dari buku besar di suatu perusahaan, terdiri dari harta, utang, dan modal.
7. Pendapatan
Hasil dari penjualan barang atau jasa dari sebuah perusahaan di dalam suatu periode akuntansi.
8. Utang Usaha
Sebuah kewajiban pembayaran yang terjadi karena adanya transaksi jual beli barang atau jasa.
9. Piutang Usaha
Tagihan kepada pihak lain (konsumen) yang terjadi dari kegiatan usaha utama, misalnya penjualan barang/jasa yang biasanya tertagih dalam waktu 30 sampai 60 hari.
10. Persediaan
Barang atau bahan baku yang nantinya akan dijual oleh suatu perusahaan.
11. Aktiva Tetap
Aset atau harta yang dimiliki oleh perusahaan dan dipakai untuk kegiatan operasional perusahaan sehari-hari.
12. Penyusutan
Penurunan nilai aset yang disebabkan oleh pemakaian dan waktu yang berjalan.
Laporan Keuangan di Software Akuntansi
Setelah memahami beragam istilah yang ada di laporan pembukuan, ada baiknya memahami juga cara membuatnya. Agar mudah dan cepat membuat laporan keuangan usaha, ada sebuah solusi modern yang bisa digunakan yaitu software akuntansi. Dengan aplikasi keuangan ini banyak laporan yang bisa dibuat mulai dari laba rugi, neraca, persediaan, dan lain-lain.
Yuk, kelola laporan bisnis dan banyak hal lain dengan software akuntansi Easy Accounting System. Segera hubungi kontak berikut untuk penawaran spesialnya:
WhatsApp: 0838 7717 7119
Telepon: (021) 225 451 83




