Posts

UMR, Produktivitas, dan Etika Bisnis

Di dalam dunia bisnis, pengupahan merupakan hal yang sewajarnya sebagai bentuk kompensasi atas kontribusi yang diberikan pekerja atau buruh kepada perusahaan. Jadi, ketika perusahaan merekrut pekerja/buruh yang diharapkan adalah pekerja/buruh tersebut dapat menjalankan serangkaian pekerjaannya untuk menghasilkan barang atau jasa yang mendukung kegiatan usaha sehingga menghasilkan keuntungan bagi perusahaan (produktivitas). Keuntungan yang didapat dapat digunakan perusahaan untuk memberikan kompensasi berupa upah kepada pekerja/buruh.

Hal tersebut seiring dengan definisi upah pada uu no 13 tahun 2003 pada pasal 1 ayat 30 tentang ketenaga kerjaan yang berbunyi:
Upah adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan perundang-undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja/buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan/atau jasa yang telah atau akan dilakukan”.

Kontribusi pekerja kepada perusahaan dengan menjalankan pekerjaannya kemudian dapat disebut sebagai kinerja atau juga dapat disebut sebagai produktivitas. Semakin baik kinerja dan produktivitasnya maka sudah selayaknya pekerja/buruh mendapat upah yang lebih baik dibanding pekerja/buruh yang rendah kinerjanya.

Pemerintah sebagai pihak yang independen, mengeluarkan Upah Minimum Regional (UMR) yang bertujuan untuk mengatur sistem pengupahan yang seharusnya diberikan oleh suatu perusahaan kepada para pekerja. Dari namanya saja sudah dapat diketahui bahwa upah minimum tersebut berbeda-beda pada masing-masing daerah. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan kultur sosial pada masing-masing daerah.

Telah dikatakan diatas bahwa pengupahan yang didasarkan pada UMR amatlah berkaitan dengan produktivitas seseorang. Menurut Dewan Produktivitas Nasional (DPN) didefinisikan secara filosofis sebagai sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini yang pada dasarnya harus memenuhi unsur efektifitas, efisien dan kualitas.

Produktivitas Makro dan Mikro

produktivitas

Produktivitas dipengaruhi oleh faktor-faktor baik tingkat makro, mikro maupun bagi tiap individu. Pada tingkat makro terdapat faktor stabilitas politik dan keamanan, kondisi sumber daya (manusia, alam dan energi), pelaksanaan pemerintah, kondisi infrastruktur berupa transportasi dan komunikasi, dan sosial dan budaya. Pada tingkat mikro, faktor internal meliputi sumber daya manusia, teknologi, manajemen dan struktur modal. Selain faktor internal terdapat juga faktor eksternal meliputi kebijaksaan pemerintah, kondisi politik, sosial, ekonomi dan hankam. Pada tingkat individu terdapat faktor sikap mental (budaya produktif), pendidikan, ketrampilan, kompetensi dan apresiasi terhadap kinerja.

Ukuran produktivitas biasanya didasarkan pada hasil dari Input (I) dibagi Output (O). Input dan output dalam produktivitas memiliki hubungan lurus atau sebanding, yakni semakin besar input dan semakin kecil output maka produktivitasnya semakin besar dan begitu pula sebaliknya. Selain itu produktivitas juga dapat dideskripsikan sebagai berikut :

  • Produktivitas (P) naik apabila Input (I) turun, Output (O) tetap
  • Produktivitas (P) naik apabila Input (I) turun, Output (O) naik
  • Produktivitas (P) naik apabila Input (I) tetap, Output (O) naik
  • Produktivitas (P) naik apabila Input (I) naik, Output (O) naik tetapi jumlah kenaikan Output lebih besar daripada kenaikan Input.
  • Produktivitas (P) naik apabila Input (I) turun, Output (O) turun tetapi jumlah penurunan Input lebih kecil daripada turunnya Output.

Input yang berupa keahlian pekerja dalam mengolah sumber daya perusahaan dalam menghasilkan sebuah output berupa barang atau produk yang bernilai jual akan memperkuat daya saing perusahaan dalam pasar perdagangan yang kompetitif seperti saat ini. Perusahaan yang telah exist dalam pasar pastinya akan melebarkan sayapnya dengan melakukan ekspansi hingga dapat berdampak pada perluasan lapangan pekerjaan. Secara umum dapat dirinci sebagai berikut:

  • Keuntungan atau laba bagi para pemegang saham dan para investor.
  • Pekerjaan dan upah bagi para pekerja.dapatan lain untuk Pemerintah Daerah dan Negara.

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY atau Download Gratis dan Demo Software EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi :

Novi Yanirahmawati

No. Telp: 021-58908469

WhatApp : 0838 7717 7119

Email: marketing@easyaccountingsystem.co.id

Tujuan Sistem Informasi Akuntansi

Tujuan sistem informasi akuntansi adalah untuk menyajikan informasi akuntansi kepada berbagai pihak yang membutuhkan informasi tersebut, baik pihak internal maupun pihak eksternal. Sistem akuntansi adalah sistem informasi, atau salah satu subset/subsistem dari suatu sistem informasi organisasi. Menurut buku terjemahan Hall (2001, h.18), tujuan disusunnya sistem informasi dapat dilihat di bawah ini.

ilustrasi sistem informasi akuntansi

Tujuan Sistem Informasi Akuntansi:

  • Mendukung fungsi kepengurusan (stewardship) manajemen suatu   organisasi/ perusahaan, karena manajemen bertanggungjawab untuk menginfomasikan pengaturan dan penggunaan sumber daya organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi tersebut.
  • Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen, karena sistem informasi memberikan informasi yang diperlukan oleh pihak manajemen untuk melakukan tanggung jawab pengambilan keputusan.
  • Dan, untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari. Sistem informasi membantu personil operasional untuk bekerja lebih efektif dan efisien.”

Tujuan Sistem Informasi Akuntansi menurut Mulyadi

Menurut Mulyadi (1993, h.19-20), sistem informasi ini memiliki empat tujuan dalam penyusunannya yaitu:

1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha

2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian maupun struktur informasinya.

3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (reliability) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.

4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi. Dari karakteristik dan tujuan sistem akuntansi di atas, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa karakteristik dan tujuan sistem akuntansi berkaitan dengan kegiatan pengelolaan data transaksi keuangan dan non keuangan menjadi informasi yang dapat memenuhi kebutuhan pemakainya (accounting information users).
Sistem ini juga mengalami perkembangan-perkembangan, mulai dari konsep double entry book keeping system yang diperkenalkan oleh Lucas Paciolo pada abad ke-17, sampai saat ini sebagai sistem berbasis komputer, bahkan kini menjadi bagian integral dari keseluruan sistem terpadu yang disebut enterprise information system.

Faktor-faktor yang mendorong perkembangan sistem informasi ini sampai dalam bentuknya sekarang ini antara lain:

  • Perkembangan sistem pengolahan data dan peralatannya yang memungkinkan sistem informasi ini tidak hanya mampu menyajikan laporan akuntansi keuangan, melainkan juga berbagai informasi akuntansi manajemen dan bahkan laporan-laporan non-keuangan yang sangat penting bagi dukungan pengendalian organisasi.
  • Meningkatnya kompleksitas operasional perusahaan menyebabkan sistem informasi (khususnya informasi akuntansi menjadi makin penting sebagai alat bantu manajemen).
  • Meningkatnya kompleksitas organisasi, multinasional, konglomerasi dan organisasi maya (virtual organization). Menyebabkan perlunya perhatian dan kesungguhan untuk membangun, mengelola dan memberdayakan sistem ini menjadi makin meningkat.
  • “Tempo” kegiatan, speed, dan tingkat toleransi pelayanan makin rendah. Artinya suatu kesalahan pengambilan keputusan dapat langsung mempunyai damapak yang relatif cukup besar. Karena itu peranan ini dalam menyediakan bahan untuk proses pengambilan keputusan makin penting.
  • Terjadinya globalisasi kegiatan dan makin perlunya sistem informasi menjadi media komunikasi bisnis antar lokasi dan antar negara.
  • Sistem ini makin diperlukan untuk memberikan masukan maupun sebagai alat pemicu (trigger) bagi pengembangan sistem informasi manajemen fungsional lainnya.

Demikianlah artikel ini dibuat semoga bermanfaat.

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY atau Download Gratis dan Demo Software EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi:

Novi Yanirahwati

Telepon: 021 225 451 83
SMS / WA: 0838 7717 7119
Email: marketing@easyaccountingsystem.co.id

Perkembangan dan Klasifikasi Akuntansi Internasional

Akuntansi Internasional adalah akuntansi untuk transaksi internasional, perbandingan prinsip akuntansi antarnegara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar akuntansi dalam bidang kewenangan pajak, auditing dan bidang akuntansi lainnya. Akuntansi harus berkembang agar mampu memberikan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan di perusahaan pada setiap perubahan lingkungan bisnis.

Di dalam Akuntansi Internasional terdapat beberapa karakteristik era ekonomi global, antara lain:

1. Bisnis internasional

2. Hilangnya batasan-batasan antar negara era ekonomi global sering sulit untuk mengindentifikasi negara asal suatu produk atau perusahaan, hal ini terjadi pada perusahaan multinasional

3. Ketergantungan pada perdagangan internasional

4. Theory of comparative advantage

5. Imperfect market theory

6. Product cycle theory

7. Transfer technology and Strategic Alliance

8. Tantangan bagi profesi akuntan dalam pengembangan akuntansi :

  • Skill dan kompetensi yang dimiliki
  • Memahami Cross Functional Linkages, akuntan tidak hanya cukup mahir dalam teknik, prosedur dan standar akuntansi tetapi juga harus biasa memandang bisnis sebagai suatu bentuk terintegrasi. Seperti: kualitas produk, fleksibilitas produksi dan kemampuan untuk memproduksi dan mengekspor dengan cepat agar bisa memenangkan persaingan global
  • Analisis keuangan dan perbandingannya

Perkembangan Akuntansi Internasional sudah seyogyanya diiringi oleh kemampuan individu yang bergerak dalam bidang akuntansi untuk ikut andil memajukan akuntansi. Akuntansi Internasional merupakan penghubung antarnegara. Delapan faktor yang mempengaruhi perkembangan akuntansi internasional harus dipahami dengan baik agar tercipta harmonisasi antarnegara yang bertransaksi.

Faktor yang mempengaruhi Perkembangan Akuntansi Internasional

ilustrasi akuntansi internasional - 1

Ada 8 (delapan) faktor yang mempengaruhi perkembangan akuntansi internasional, yaitu:

1. Sumber pendanaan

Di Negara-negara dengan pasar ekuitas yang kuat, akuntansi memiliki focus atas seberapa baik manajemen menjalankan perusahaan (profitabilitas), dan dirancang untuk membantu investor menganalisis arus kas masa depan dan resiko terkait. Sebaliknya, dalam system berbasis kredit di mana bank merupakan sumber utama pendanaan, akuntansi memiliki focus atas perlindungan kreditor melalui pengukuran akuntansi yang konservatif.

2. Sistem Hukum

Dunia barat memiliki dua orientasi dasar: hukum kode (sipil) dan hukum umum (kasus). Dalam Negara-negara hukum kode, hukum merupakan satu kelompok lengkap yang mencakup ketentuan dan prosedur sehingga aturan akuntansi digabungkan dalam hukum nasional dan cenderung sangat lengkap. Sebaliknya, hukum umum berkembang atas dasar kasus per kasus tanpa adanya usaha untuk mencakup seluruh kasus dalam kode yang lengkap.

3. Perpajakan

Di kebanyakan Negara, peraturan pajak secara efektif menentukan standar karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya untuk keperluan pajak. Ketka akuntansi keuangan dan pajak terpisah, kadang-kadang aturan pajak mengharuskan penerapan prinsip akuntansi tertentu.

4. Ikatan Politik dan Ekonomi

5. Inflasi

Inflasi menyebabkan distorsi terhadap akuntansi biaya histories dan mempengaruhi kecenderungan (tendensi) suatu Negara untuk menerapkan perubahan terhadap akun-akun perusahaan.

6. Tingkat Perkembangan Ekonomi

Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan manakah yang paling utama

7. Tingkat Pendidikan

Standard praktik akuntansi yang sangat rumit akan menjadi tidak berguna jika disalahartikan dan disalahgunakan. Pengungkapan mengenai resiko efek derivatif tidak akan informatif kecuali jika dibaca oleh pihak yang berkompeten.

8. Budaya

Empat dimensi budaya nasional, menurut Hofstede: individualisme, jarak kekuasaan, penghindaran ketidakpastian, maskulinitas.

Porsi Pengembangan Akuntansi  Internasional

Selanjutnya Choi et.al (1998 ; 38)  mengungkapkan bahwa secara struktural pengembangan  akuntansi internasional yang terjadi sekarang meliputi porsi sebagai berikut:

1. Pola Pengembangan Komparatif

Pendekatan yang dikembangkan oleh  Mueller yang berbeda terhadap pengembangan akuntansi dapat diamati di negara-negara barat yang memiliki sistem ekonomi yang berorientasi pasar, meliputi; Pola makorekonomis, pola mikroekonomis, pendekatan disiplin independen, dan pendekatan akuntansi seragam.

2. Pola Makroekonomis

Tujuan perusahaan bisnis tentu saja lebih sempit daripada kebijakan ekonomi nasional. Perusahaan mempunyai tujuan tertentu yang harus dicapai, seringkali beroperasi dalam dimensi dan ruang  waktu yang terbatas, dan bertanggunggugat kepada kelompok-kelompok kepemilikan  yang jelas. Konsekuensinya, tujuan perusahaan  secara normal mengikuti kebijakan nasional. Hal ini bukan kondisi absolut, karena perusahaan bisnis merupakan bagian dari kepntingan publik yang mempengaruhi dan mengarahkan kebijakan-kebijakan nasional; jadi ada hubungan sebab-akibat timbal balik. Ada tiga pernyataan yang berkaitan dengan pola ini yaitu:

  • Perusahaan bisnis merupakan unit essential dalam struktur ekonomi suatunegara.
  • Perusahaan bisnis mencapai tujuannya dengan cara yang terbaik melalui koordinasi erat aktivitas-aktivitasnya dengan kebijakkan-kebijakkan ekonominasional dalam lingkungannya.
  • Kepentingan publik dilayani dengan baik jika akuntansi perusahaan bisnissaling berhubungan erat dengan kebijakan nasional.

Akuntansi internasional meliputi dua aspek bahasan utama yaitu deskripsi dan pembandingan akuntansi dan dimensi akuntansi atas transaksi internasional. Pada aspek yang pertama, akuntansi internasional membahas gambaran standar akuntansi dan parktek akuntansi pada berbagai negara serta membandingkan standar dan praktek tersebut pada masing-masing negara yang dibahas. Selain itu, aspek akuntansi internasional juga membahas mengenai pelaporan keuangan, valuta asing, perpajakan, audit internasional.

KESERAGAMAN AKUNTANSI

ilustrasi akuntansi internasional - 2

Ada tiga pendekatan praktis atas pola pengembangan keseragaman akuntansi:

1. Pendekatan bisnis

Keseragaman akuntansi ditunjukkan secara khusus kepada pemakai-pemakai tertentu data akuntansi. Pendekatan ini mempertimbangkan secara penuh karakteristik-karakteristik bisnis dan lingkungan bisnis tempat dimana data dikumpulkan, diproses dan dikomunikasikan. Pendekatan ini merupakan suatu pendekatan pragmatis yang sangat bergantung pada konveksi dan paling sering dalam perancangan bagan-bagan akun terpisah yang seragam, yaitu bagi suatu cabang industri atau perdagangan.

2. Pendekatan ekonomi

Pendekatan ekonomi bagi keseragaman akuntansi pada dasarnya adalah pendekatan makro. Ini mengkaitkan akuntansi untuk menjalankan system yang telah terbentuk dalam pola pengembangan seperti itu. Pertimbangan-pertimbangan kebijakan nasional berada pada tingkatan paling atas

3. Pendekatan teknis

Pendekatan akuntansi teknis atas pengembangan keseragaman merupakan pekerjaan para akademis. Pendekataan ini bersifat analitis, dimana pendekatan ini berusaha memperoleh keseragaman dari prinsip-prinsip dasar pembukuan double entry.

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY atau Download Gratis dan Demo Software EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi:

Novi Yanirahmati

Telepon : 021 225 451 83
SMS / WA : 0838 7717 7119
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id

Langkah Untuk Membuat Proposal Akuntansi

Apa Saja Langkah-Langkah Untuk Membuat Proposal Akuntansi ??

Proposal Akuntansi – Dalam akuntansi terdapat banyak proses, mulai dari pengumpulan data, analisis hingga ke pembuatan laporan keuangan. Nah laporan keuangan ini dapat dimanfaatkan kedalam berbagai hal salah satunya adalah dalam pengajuan proposal.

proposal akuntansi

Sebuah proposal akuntansi untuk layanan akuntansi digunakan untuk penawaran pada request for proposal (RFP), meminta pendanaan, atau membujuk klien potensial atau pelanggan untuk mendukung proposal finansial. Ini juga salah satu manfaat dari laporan keuangan selain untuk mengetahui keadaan finansial perusahaan.

Serupa dengan pembuatan laporan keuangan terdapat beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk membuat proposal yang baik dan berhasil. Banyak jasa akuntansi, CPA dan profesional pajak lainnya mengumpulkan hal penting yang ada dan mulai perencanaan awal sebelum menulis proposal akuntansi.

Nah anda perlu menulis dari garis besar, dan mendekonstruksi RFP untuk mengembangkan garis besar tadi. Kemudian kumpulkan semua informasi layanan akuntansi anda dari brosur layanan, dan pastikan bahwa grafik yang anda sajikan termasuk relevan.

Untuk lebih jelasnya berikut ini ada 6 langkah yang dapat anda lakukan untuk membuat proposal akuntansi anda lebih baik dan berhasil

Langkah 1

Anda perlu menulis ringkasan proyek atau executive summary, yang merupakan ringkasan singkat dari proyek yang anda ajukan. Memberitahu evaluator atau klien mengapa dengan melihat layanan akuntansi dari perusahaan anda merupakan hal yang terbaik bagi kontrak.

Jelaskan jika perusahaan Anda adalah anggota dari AICPA Employee Benefit Plan Audit Quality Center, dan memberikan sejarah CPA perusahaan anda. Dengan begitu evaluator atau klien akan tertarik terhadap proposal yang anda ajukan.

Langkah 2

Selanjutnya mulai dengan bagian berikutnya yaitu informasi “Kualifikasi Perusahaan”. anda perlu menulis tentang jumlah rencana audit yang sama dengan yang telah anda lakukan. Tentukan ukuran setiap rencana dan jumlah peserta, atau jumlah aset dan berikan referensi yang sesuai dari pekerjaan ini.

Langkah 3

Mulai bagian ketiga “informasi Personil” dan tanggung jawab karyawan kunci di perusahaan Anda. Daftar semua mitra pengelolaan perusahaan CPA.

Langkah 4

Mulai bagian keempat “Biaya perkiraan” dan menjelaskan harga yang Anda usulkan. Daftar harga proyek. Termasuk setiap layanan yang diusulkan dengan jadwal biaya rinci.

Langkah 5

Alamat diharapkan tanggal penyelesaian di bagian kelima. Memberikan pendekatan – misalnya, sampling statistik, prosedur analitis, metodologi untuk mendokumentasikan – dan tanggal penyelesaian. Membahas topik-topik utama dalam RFP dan alamat mereka dalam urutan bahwa mereka muncul dalam RFP.

Langkah 6

Menghilangkan semua kesalahan oleh proofreading proposal. Menulis ulang bagian yang terlalu kabur dan tidak menjelaskan arti penuh dari apa yang Anda usulkan. Hindari kesalahan ketik yang akan membuat proposal akuntansi Anda terlihat tidak profesional dan amatir.

 

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY atau Download Gratis dan Demo Software EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi :

Halimahtun Sa’diyah

Telepon : 021 58908469
SMS / WA : 0838-7767-3377
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id

ilustrasi kecurangan akuntansi

Cara Mencegah Kecurangan Akuntansi atau Fraud

Kecurangan akuntansi terjadi berulang kali, hal ini karena terdapat faktor-faktor pendorong yang mengakibatkan terjadinya kecurangan akuntansi. Menurut Simanjuntak (2008), faktor  yang mendorong seseorang  melakukan  kecurangan bisa berasal dari faktor umum dan individu. Agar bisa mengatasi kecurangan tersebut, kita harus mengetahui beberapa faktor penyebabnya.Berikut ini adalah beberapa faktor penyebab kecurangan akuntansi:

1.  Faktor Umum

Merupakan  faktor  yang  berhubungan  dengan  organisasi  sebagai  korban perbuatan kecurangan. Faktor ini meliputi:

a.  Kesempatan (Opportunity)

Kesempatan untuk melakukan kecurangan tergantung  pada  kedudukan pelaku terhadap objek kecurangan. Umumnya, manajemen suatu organisasi atau  perusahaan  memiliki  potensi  yang  lebih  besar  untuk  melakukan kecurangan  daripada  karyawan. Tetapi, patut digarisbawahi bahwa kesempatan untuk melakukan kecurangan  selalu ada pada setiap kedudukan.

b.  Pengungkapan (Exposure)

Terungkapnya suatu kecurangan dalam organisasi atau perusahaan belum menjamin tidak terulangnya kecurangan tersebut baik oleh pelaku yang sama maupun oleh pelaku yang lain. Oleh karena itu, setiap pelaku kecurangan seharusnya dikenakan sanksi apabila perbuatannya terungkap.

2.  Faktor Individu

Berhubungan dengan individu sebagai pelaku kecurangan. Faktor ini terdiri dari:

a.  Ketamakan (Greed)

Ketamakan berhubungan dengan moral individu. Pandangan hidup dan lingkungan berperan dalam pembentukan moral seseorang.

b.  Kebutuhan (Need)

Berhubungan dengan pandangan/pikiran dan keperluan  pegawai/pejabat yang terkait dengan aset yang dimiliki  perusahaan/instansi/organisasi tempat  ia bekerja. Selain  itu  tekanan (pressure) yang dihadapi dalam bekerja dapat menyebabkan orang yang jujur mempunyai motif untuk melakukan kecurangan.

Penjelasan di atas memberikan informasi bahwa fraud kerap kali terjadi dalam dunia bisnis, hal tersebut dikarenakan adanya beberapa faktor yang mendorong terjadinya kecurangan akuntansi. Informasi tersebut penting untuk dipahami oleh pelaku bisnis, namun yang tidak kalah penting adalah upaya pencegahan kecurangan tersebut agar tidak merugikan perusahaan.

Fraud dapat dicegah, dengan adanya upaya pencegahan tersebut maka diharapkan akan dapat menyelamatkan bisnis perusahaan, seperti kita ketahui kecurangan akuntansi dapat mengakibatkan kebangkrutan atau matinya perusahaan, untuk lebih jelas tentang akibat dari praktik kecurangan akuntansi yang telah meruntuhkan perusahaan besar di penjuru dunia anda boleh membaca artikel Kecurangan Akuntansi yang menghebohkan dunia.

Pencegahan praktik Kecurangan ini dapat  dilakukan dengan  beberapa  cara. Wilopo (2006) dalam  penelitiannya mengemukakan  bahwa upaya  menghilangkan  perilaku  tidak  etis  manajemen  dan  kecenderungan kecurangan dapat dilakukan antara lain dengan:

  • Mengefektifkan pengendalian internal, termasuk penegakan hukum.
  • Perbaikan sistem pengawasan dan pengendalian.
  • Pelaksanaan good governance.
  • Memperbaiki  moral  dari  pengelola  perusahaan,  yang  diwujudkan  dengan mengembangkan sikap.
  • Komitmen terhadap perusahaan, negara dan masyarakat.

Nah, Kecurangan terjadi karena terdapat beberapa faktor pendorong, faktor tersebut menjadikan terjadinya praktik fraud. Praktik kecurangan ini sangat merugikan perusahaan oleh karena itu perlu diadakan upaya pencegahan.

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY atau Download Gratis dan Demo Software EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi:

Novi Yanirahmawati

No. Telepon: 021-58908469

WhatsApp: 0838 7717 7119

Email: marketing@easyaccountingsystem.co.id

Bidang-Bidang Spesialisasi Akuntansi

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa akuntansi adalah cabang bagian dari ilmu ekonomi. Meskipun bagian dari ekonomi, bukan berarti akuntansi adalah ilmu yang sempit. Justru sebaliknya, akuntansi memiliki beberapa spesialisasi akuntansi yang luas. Akuntansi tidak hanya membahas tentang keuangan, tetapi juga menyinggung berbagai bidang ilmu yang lain seperti manajemen, hukum, bisnis dan lain sebagainya. Berikut ini akan kami jelaskan spesialisasi akuntansi yang ada dan perlu Anda ketahui:

Bidang Spesialisasi Akuntansi

bidang spesialisasi akuntansi - kalkulator menghitung pajak

1. Akuntansi Keuangan

Akuntansi keuangan melibatkan pencatatan dan mengklasifikasikan transaksi bisnis, dan penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang akan digunakan oleh pengguna internal maupun eksternal.

Dalam penyusunan laporan keuangan, kepatuhan yangketat dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum atau GAAP diamati. Akuntansi keuangan terutama berkaitan dalam pengolahan data historis.

2. Akuntansi Manajerial

Manajerial atau manajemen akuntansi berfokus pada penyediaan informasi untuk digunakan oleh pengguna internal, manajemen. Ini cabang penawaran dengan kebutuhan manajemen daripada ketat sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Akuntansi manajerial melibatkan analisis keuangan, penganggaran dan peramalan, analisis biaya, evaluasi keputusan bisnis, dan kawasan serupa.

3. Akuntansi Biaya

Kadang-kadang dianggap sebagai bagian dari akuntansi manajemen, akuntansi biaya mengacu pada rekaman, presentasi, dan analisis biaya produksi. akuntansi biaya sangat berguna dalam pembuatan bisnis karena mereka memiliki proses biaya yang paling rumit. akuntan biaya juga menganalisis biaya aktual dan standar untuk membantu manajer menentukan program masa depan tindakan mengenai operasi perusahaan.

4. Akuntansi Audit

Audit eksternal mengacu pada pemeriksaan laporan keuangan oleh pihak independen dengan tujuan menyampaikan pendapat untuk kewajaran penyajian dan kepatuhan GAAP. Audit internal berfokus pada evaluasi kecukupan struktur pengendalian internal perusahaan dengan menguji pemisahan tugas, kebijakan dan prosedur, derajat otorisasi, dan kontrol lainnya dilaksanakan oleh manajemen.

5. Akuntansi Pajak

Akuntansi pajak membantu klien mengikuti aturan yang ditetapkan oleh otoritas pajak. Ini termasuk perencanaan pajak dan persiapan pajak. Hal ini juga melibatkan penentuan pajak penghasilan dan pajak lainnya, jasa konsultasi pajak seperti cara untuk meminimalkan pajak secara legal, evaluasi konsekuensi dari keputusan pajak, dan hal-hal yang berhubungan dengan pajak lainnya.

6. Sistem Akuntansi

Sistem akuntansi melibatkan pengembangan, instalasi, implementasi, dan monitoring prosedur akuntansi dan sistem yang digunakan dalam proses akuntansi. Ini termasuk kerja dengan bentuk bisnis, akuntansi arah personel, dan manajemen software.

7. Akuntansi Fidusia

Akuntansi fidusia melibatkan penanganan akun yang dikelola oleh orang yang dipercayakan dengan tahanan dan pengelolaan properti atau untuk kepentingan orang lain. Contoh akuntansi fidusia meliputi akuntansi kepercayaan, kurator, dan akuntansi real.

8. Akuntansi Forensik

Akuntansi forensik melibatkan pengadilan dan litigasi kasus, penyelidikan penipuan, klaim dan penyelesaian sengketa, dan daerah lainnya yang melibatkan masalah hukum. Ini adalah salah satu tren populer dalam akuntansi saat ini.

9. Akuntansi Pemerintahan

Payung istilah akuntansi pemerintah mengacu pada jenis penggunaan akuntansi untuk menjaga dan memeriksa catatan keuangan instansi pemerintah dan untuk mengaudit perusahaan swasta dan individu yang terlibat dalam kegiatan tunduk pada peraturan pemerintah atau perpajakan.

Dengan demikian, akuntansi pemerintah dapat mencakup metode akuntansi keuangan, akuntansi pajak, atau jenis lain dari akuntansi. instansi pemerintah kadang-kadang menggunakan akuntansi dana, yang merupakan cara untuk memisahkan sumber daya ke dalam kategori untuk melacak sumber dan penggunaan dana tersebut.

akuntansi dana digunakan sebagai cara untuk lembaga pemerintah atau divisi menjadi transparan dan bertanggung jawab dalam manajemen mereka dari uang pajak digunakan untuk mendanai lembaga atau divisi. akuntansi dana juga sering digunakan oleh organisasi non-profit.

Berfokus Pada Sebuah Spesialisasi

Jika Anda ingin fokus pada satu spesialisasi bidang akuntansi, pertimbangkan untuk mencari dan memperoleh sertifikasi akuntansi di bidang pilihan Anda. Ini akan memberi Anda keunggulan atas orang-orang yang tidak bersertifikat. Seiring meningkatnya populasi dan permintaan untuk profesional yang kompetitif, Anda perlu mengambil langkah tersebut untuk mendapatkan pengakuan di bidang tersebut.

Beberapa sertifikasi yang paling terkenal termasuk Akuntan Publik Bersertifikat (BPA), Certified Management Accountant (CMA), Certified Internal Auditor (CIA), Certified Financial Planner (CFP), dan Sistem Informasi Bersertifikat Auditor (CISA).

Nah, itulah tadi 9 bidang spesialisasi akuntansi yang ternyata tidak hanya mengurus tentang bidang ekonomi saja tetapi juga bidang-bidang yang lain. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, sekian dan terima kasih.

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY atau Download Gratis dan Demo Software EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi:

Novi Yanirahmawati

Telepon: (021) 225 451 83
WhatsApp: 0838-7717-7119
Email: marketing@easyaccountingsystem.co.id

Langkah Persiapan Seorang Programmer Software Akuntansi

Sebagai seorang yang dekat dengan praktisi yang berkarier dalam bidang software accounting sedikit banyak software accounting yang saya ketahui. Kali ini saya akan menjelaskan beberapa karakteristik dari software akuntansi yang sekarang ini banyak beredar saat ini. Seorang programmer software akuntansi tidak akan berani untuk membuat software asal-asalan saja. Hal ini bukan saja akan merugikan dirinya sendiri, tetapi juga akan menjadi bumerang bagi programmer itu kelak.

Bagi seorang programmer yang sejak awal berniat membuat software keuangan tentu saja akan berdiskusi dan mempelajarinya terlebih dahulu supaya software bisa berjalan:

ilustrasi programmer software akuntansi

Pertama programer tersebut akan berkonsultasi terlebih dahulu kepada seorang profesional

Programmer akan berkonsultasi terlebih dahulu kepada seorang akuntan, seorang manajer akunting, staff akunting, bahkan seorang akuntan publik. Untuk meminta saran atau bahkan yang bisa mengarahkan tentang bagaimana seorang programer dalam membuat software akuntansi.  Tentang segala hal yang berhubungan dengan akuntansi, tentang bagaimana alur/siklus akuntansi berlangsung, tentang bagaimana urut-urutan bidang keilmuan akuntansi. Tanpa campur tangan seorang akuntan profesional, sangat mustahil bagi seorang programer IT untuk membuat software akuntansi.

Kedua, seorang programmer berusaha untuk mempelajari disiplin keilmuan akuntansi

Seorang programer yang sejak awal sangat berniat ingin membuat program akuntansi yang akan dijual kepada para pengusaha, maka dia akan berusaha untuk mempelajari disiplin keilmuan akuntansi. Agar mengetahui bagaimana dasar dasar dalam pengaplikasian ilmu akuntansi ke dalam sebuah program akuntansi keuangan.

Program/software atau perangkat komputer lunak akuntansi yang satu ini memang sedikit berbeda, tidak sama seperti software-software lain seperti software music, software video, software terjemahan, software convert dan masih banyak lagi software lain yang bisa dibuat dengan cepat serta dalam kurun waktu yang relatif lebih singkat.

Membuat software yang berhubungan dengan bidang keilmuan akuntansi terbilang rumit. Karena bukan hanya membutuhkan kemampuan untuk membuat aplikasi biasa, namun juga harus mampu untuk menyesuaikan dengan bidang keilmuan akuntansi.

Ketiga, seorang programer akan menggaet/menggandeng seorang praktisi akuntan

Kemungkinan terakhir bahwa seorang programer akan menggaet/menggandeng seorang praktisi akuntan untuk diajak bekerja sama (partnership) dalam mewujudkan untuk membuat software akuntansi yang sesuai dengan kebutuhan para pengusaha saat ini. Programmer dan ahli akuntansi bisa bermitra dalam pembuatan software akunting.

Persekutuan antara dua orang yang berbeda profesi dari seorang programer yang memiliki basic IT/programing dan seorang berprofesi sebagai seorang praktisi akuntan dalam menciptakan satu gabungan produk perangkat lunak komputer yang akan menjadi hal yang luar biasa, oleh sebab itu hasil produk software akuntansi tersebut bisa diprediksi akan banyak laku di pasaran.

Software akuntansi yang baik sebenarnya harus berpatokan kepada bidang keilmuan akuntansi. Bukan malah sebaliknya bidang keilmuan akuntansi yang harus mengikuti alur dari program. Bukan hanya mengandalkan kemampuan penghitungan yang matang, tetapi juga membutuhkan kemampuan analisa, kemampuan logika, tingkat ketelitian yang tinggi dan kemampuan-kemampuan pendukung lainnya.

Seorang programmer harus paham terlebih dahulu bagaimana seluk beluk dari akuntansi sebelum merencankan untuk membuat software akuntansi. Oleh sebab itu seorang programmer software akuntansi akan belajar tentang bagaimana flow akuntansi berjalan terlebih dahulu. Baru setelah paham betul dengan keilmuan akuntansi, barulah programer tersebut akan dapat mengaplikasikannya kedalam software akuntansi yang akan dibuat.

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY atau Download Gratis dan Demo Software EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi:

Novi Yanirahmawati

WhatsApp: 0838-771-77119
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id

Keunggulan Software Accounting Non Custom dengan Software Accounting Custom

Berbicara tentang software accounting yang sekarang ini sudah semakin banyak dimana-mana dan dalam berbagai versi database namun tetap memiliki fungsi yang sama yaitu dikhususkan untuk accounting dan operasional perusahaan, software accounting sendiri terbagi ke dalam dua jenis yaitu:

Software Accounting Non Custom (Software Accounting Jadi)

ilustrasi software accounting custom

Kebanyakan dari software accounting jenis ini sudah paten dan tidak bisa lagi diubah sesuai keinginan pengguna.

Jenis Program Custom Mode (Software Pesanan Sesuai Kebutuhan Perusahaan yang Bersangkutan)

Program jenis ini adalah program yang disesuaikan dengan pesanan dari perusahaan bersangkutan yang telah memesan program seperti ini. Umumnya berdasarkan kesepakatan dengan pihak IT eksternal (dari luar perusahaan).

Lalu apa sebenarnya kelebihan-kelebihan dari software accounting non custom dan software custom mode (software yang dibuat berdasarkan pesanan khusus dari perusahaan)?

Software pesanan (custom) merupakan software yang dibuat khusus berdasarkan keinginan satu pelanggan atau perusahaan, yang mana pembuatnya hanya mengutamakan fungsi-fungsi yang hanya diinginkan oleh si pemesan saja, namun seringkali melupakan masalah kemudahan-kemudahannya, user friendly, user interface, kedalaman fungsi dan ketangguhannya saja.

 

Berikut ini adalah beberapa kelebihan-kelebihan dari software accounting non custom daripada software custom (pesanan):

1. Software Accounting Non Custom User Friendly (Lebih Mudah Digunakan)

Software Accounting memang sengaja dibuat untuk menjadi lebih simple dan sesederhana mungkin, hal ini memang dapat terwujud karena saat programmer para pembuat software ini, sebelumnya pasti telah melakukan berbagai survey tentang perilaku para konsumen dari kalangan pengusaha awam dalam berinteraksi mereka dengan komputer, sehingga dibuatlah produk yang lebih mudah untuk digunakan oleh para pengusaha tersebut.

2. Desain Tampilan yang Lebih Familiar, dan Sudah Terstruktur Dengan Baik

Software accounting yang umumnya dibuat berdasarkan pesanan dari para pengusaha biasanya sama sekali kurang rapi, kurang memperhatikan berbagai letak posisi tombol dan menu-menu tabel program sehingga tampak seperti acak-acakan dan tidak seperti standar antara satu form dengan form yang lainnya, pemilihan warna yang juga tidak sedap dipandang mata serta tampilan yang kurang begitu menarik sehingga yang melihatnya akan mudah sekali merasa bosan.

Sangat berbanding berbalik dengan software accounting non custom, yang sengaja didesain dengan tampilan yang lebih familiar untuk digunakan, terstruktur dan tersusun dengan rapi dari setiap menu-menu program, fitur-fitur yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan serta dipadukan dengan warna-warna yang cerah dan menarik sehingga saat menggunakannya sama sekali tidak menjadikannya terlihat membosankan.

3. 90.95% Lebih Terjamin Untuk Terbebas Dari Bug

Hal seperti ini sudah biasa terjadi karena jika terdapat satu atau beberapa bug bisa juga kesalahan-kesalahan bawaan yang ada pada software accounting tersebut maka akan selalu ada saja yang berusaha untuk menghubungi dan melaporkan oleh para penggunanya, sehingga dengan cepat akan segera diperbaiki oleh pihak vendor (penyedia) software tersebut. Sedangkan software accounting custom (pesanan) hanya sekedar digunakan oleh satu perusahaan saja dan sebatas dilakukan pengujian oleh beberapa orang atau hanya orang-orang tertentu saja yang berkepentingan untuk menggunakannya.

4. Siap Sedia dan Siap Pakai

Jika memungkinkan untuk Anda dapat langsung menggunakan software accounting setelah Anda selesai menginstall software non custom ini, maka tanpa perlu menunggu proses set-up yang terlalu panjang dan berbelit-belit, tanpa harus penyesuaian dan segala perubahan yang sangat signifikan.

5. Mencakup Dari Segi Operasional yang Lebih Dalam

Software ini memang sengaja dibuat berdasarkan berbagai harapan dan masukan-masukan dari ribuan pengusaha yang sedang membutuhkannya. Sehingga banyak sekali masukan-masukan berupa ide-ide yang berwujud fasilitas dan berbagai fitur kemudahan yang telah banyak dikembangkan pada software akuntansi ini.

Sedangkan software pesanan hanya dibuat berdasarkan ide tunggal dari para pemesannya saja, sehingga meskipun fitur-fitur utamanya sedikit banyak memiliki kesamaan dengan software accounting non custom. Namun Anda akan merasakan perbedaan yang sangat besar, betapa sangat dangkal dan kurangnya fasilitas-fasilitas penting yang memang sangat Anda butuhkan, terutama sekali fasilitas yang sangat vital keberadaanya yaitu: fasilitas laporan software accounting dapat diklik dan ditentukan tanggal serta tahunnya agar dapat menampilkan rincian serta detail transaksi (drill down), fasilitas grafik yang interaktif (tidak pasif), transaksi yang dapat diedit dengan fasilitas audit, dan lain sebagainya.

6. Harga yang Lebih Murah dan Lebih Terjangkau Untuk Segala Jenis Usaha

Software custom membutuhkan waktu untuk pengembangan yang jauh lebih lama dan membutuhkan tenaga dari para staff programmer yang khusus disiapkan untuk pengerjaan software pesanan tersebut. Sehingga biaya yang dibutuhkan dan harus ditanggung sepenuhnya oleh pihak pemesan. Sedangkan untuk software accounting non custom, biaya yang harus ditanggung dari pihak pembeli tidaklah terlalu besar seperti software custom, cukup hanya membeli beberapa juta Anda sudah dapat memiliki fitur dan fasilitas dari software accounting non custom tersebut dengan harga yang sangat murah.

7. Software Accounting Non Custom Sudah Terbukti Banyaknya Para Pengguna yang Menyukai Dengan Berbagai Keunggulannya

Software jenis ini telah banyak digunakan oleh ribuan pengusaha, sedangkan software pesanan belum pernah ada dari seorangpun yang mengujinya kecuali hanya oleh pihak yang memesannya saja, sehingga memiliki resiko kegagalan investasi yang sangat tinggi apabila dibandingkan dengan software non custom. Kehandalan yang dimaksudkan disini adalah kemampuan dalam hal mengelola data dalam jumlah yang sangat besar dan dalam waktu yang sangat lama.

8. Tidak Terlalu Membutuhkan Ketergantungan Dari Tenaga Support Software

Software accounting merupakan software yang dibuat oleh perusahaan yang sudah jelas keberadaannya. Fokus utamanya hanya untuk mengembangkan software akuntansi dan sudah memiliki basis ratusan bahkan ribuan pelanggan. Yang mana hal ini sangat berbeda jauh dengan software custom, yaitu pelanggannya hanya beberapa perusahaan saja dan mereka sudah menjadi sangat tergantung kepada pembuat programnya. Apakah tahun depan mereka masih ada? apakah selanjutnya programmer tersebut masih bisa untuk dihubungi? apakah terdapat satu bom waktu yang mengharuskan Anda untuk selalu menghubungi pembuatnya ? Dan ketergantungan-ketergantungan lainnya yang mengharuskan Anda untuk terikat dengan para programmernya.

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY atau Download Gratis dan Demo Software EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi:

Novi Yanirahmawati

Telepon: 021 225 451 83
WhatsApp: 0838 7717 7119
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id

Komponen dan Sifat Laporan Keuangan Organisasi

Komponen dan Sifat Laporan Keuangan Organisasi

Berbagai kebutuhan usaha sama sekali tidak akan pernah bisa terlepas dari yang namanya laporan keuangan. Sifat laporan keuangan menjadi faktor penentu utama dari berbagai kinerja dan posisi keuangan perusahaan tersebut. Namun terdapat pula organisasi perusahaan besar yang sama sekali belum memiliki sistem perencanaan penyusunan laporan keuangan yang sesuai prinsip akuntansi yang berlaku umum.

ilustrasi sifat laporan keuangan

Berikut adalah beberapa laporan keuangan yang secara umum digunakan oleh kebanyakan perusahaan Nasional

Laporan Laba Rugi

yaitu ikhtisar dari bagian pendapatan dan beban selama periode tertentu, setiap bulan atau tahunan. Dalam laporan inilah kita dapat melihat seperti apa kinerja perusahaan.

Laporan Ekuitas/Modal

merupakan ikhtisar atas perubahan modal/ekuitas selama periode tertentu (umumnya bulanan).

Neraca

adalah laporan tentang sistematis mengenai harta, kewajiban, dan modal/ ekuitas selama periode tertentu. Laporan ini hanya sebatas untuk melihat posisi keuangan perusahaan.

Laporan Arus Kas

adalah ikhtisar penerimaan dan pembayaran kas selama periode tertentu.

Dari keempat laporan tersebut merupakan laporan keuangan dasar yang wajib dimiliki oleh setiap perusahaan. Satu sama lain saling terkait hingga penggunanya dapat dengan mudah untuk menganalisis dalam pengambilan keputusan keuangan. Seringkali kita sedikit kurang cermat dalam membukukan, mencatat, memposting laporan sehingga banyak sekali mengalami kesalahan yang fatal.

Seperti apa kesalahan fatal tersebut dan bagaimana penyusunan laporan keuangan yang lebih tepat?

Faktor siklus akuntansi. Meskipun sebenarnya seperti terlihat sederhana, faktor ini sebenarnya sangat tidak baik untuk diabaikan. Salah alur sedikit saja maka jalur laporan keuangan kita sudah tersesat jauh entah ke mana. Laporan seperti inipun tidak akan layak untuk digunakan sebagai pengambilan keputusan.

Lalu apa sebenarnya yang perlu kita siapkan untuk pertama kali? Tentu saja sumber dokumen untuk penyusunan laporan seperti nota, kuitansi, dan lain sebagainya harus sudah siap untuk dipilah. Catatlah dalam bentuk jurnal umum atau jurnal khusus, kemudian poskan ke dalam buku besar dan buku besar pembantu. Siapkan juga Neraca Saldo dan data penyesuaian untuk menyelesaikan Neraca Lajur. Segera siapkan Laporan Keuangan. Buatlah ayat jurnal penyesuaian dan ayat jurnal penutup lalu poskan ke dalam buku besar. Langkah terakhir adalah, membuat Neraca Saldo setelah penutupan dan Laporan Keuangan sudah berakhir.

Laporan Keuangan sudah barang tentu harus informatif dan komunikatif. Laporan keuangan merupakan hasil output dari pengolahan segala macam transaksi yang sudah terkumpul ke dalam buku besar dan sudah tersaji dengan baik dalam bentuk laporan keuangan sebagai hasil operasional perusahaan selama satu periode.

Informatif

Apa yang telah tersaji tentu dapat dipercaya, kuantitatif, menunjukkan perubahan dalam harta, kewajiban, serta modal, dan sudah memenuhi segala keperluan pemakainya dalam pengambilan segala keputusan-keputusan ekonomi.

Komunikatif berarti dapat dipahami dari setiap dua arah

untuk para pihak yang masih berkepentingan seperti manajemen, pemilik modal, kreditur, investor, penyalur, pegawai, lembaga pemerintahan, dan juga masyarakat.

Pada kenyataannya, penyusunan laporan keuangan masih saja kurang memperhatikan sifat-sifat tersebut. Biasanya yang umum terjadi adalah pada bisnis berskala kecil.

Dari satu sisi penyusun laporan setidaknya harus mengerti jenis bisnis yang dijalankan dan seperti apa karakteristiknya. Karakteristik lingkungan biasanya adalah yang paling menonjol berpengaruh terhadap ekonomi, struktur harta (aktiva), resiko bisnis, dan margin (keuntungan). Dari tiap masing-masing karakteristik tersebut, penyusunan laporan harus memiliki pengetahuan bagaimana untuk menganalisis laporan tersebut dan tidak hanya sekadar menjurnal, memposting, dan menyamakan laporan keuangan lalu sudah beres. Analisis laporan keuangan begitu penting untuk melakukan segala perencanaan keuangan di kemudian hari. Tanpa adanya analisis sudah tentu perusahaan tidak akan dapat membuat proyeksi profit dan grafik tren di masa yang akan datang.

Akuntansi berperan penting sebagai penyedia data dalam hal penyusunan laporan keuangan. Terdapat beberapa prinsip yang terlahir dari asumsi dasar dan beberapa kesepakatan praktek akuntansi.

Secara umum sebenarnya terdapat lima kesalahan fatal dalam penyusunan laporan keuangan :

  1. Kurang paham siklus akuntansi atau tidak memiliki basic akuntansi yang kuat, akibatnya adalah penyusun laporan  seringkali terjebak dalam memilah dan menganalisisnya sampai berulang-ulang.
  2. Laporan keuangan yang tidak relevan untuk pemakainya, tidak berupa informasi yang valid sehingga tidak layak untuk dikonsumsi oleh para pengambil keputusan.
  3. Penyusunan laporan kurang memperhatikan tentang pengaruh lingkungan dan karakteristik usahanya. Padahal inilah yang sebenarnya sangat diperlukan untuk menganalisis laporan dan kinerja keuangan bagi suatu perusahaan.
  4. Laporan keuangan tidak mengandung prinsip dasar dan asumsi-asumsi akuntansi sehingga komponen penyusunnya seringkali tidak terstruktur dengan baik.
  5. Masih banyak penyusunan laporan yang mengandalkan pencatatan secara manual. Teknologi modern banyak membawa akuntansi kepada pencatatan yang otomatis. Maka jadikan pencatatan manual hanya sebagai cadangan saja, pengendali, serta pembanding keakuratan dari sistem.

Sudah tahu kan apa saja komponen dan sifat laporan keuangan? Jangan lupa baca artikel yang lainnya ya…

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY atau Download Gratis dan Demo Software EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi :

Novi Yanirahmawati

SMS : 0838-771-77119
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id

Keunggulan Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Strategi Bisnis

ilustrasi sistem informasi akuntansi

Begitu cepatnya perkembangan Teknologi Informasi yang telah banyak menciptakan berbagai keunggulan-keunggulan yang lebih kompetitif terutama dalam dunia usaha dan bisnis, salah satunya adalah sistem informasi akuntansi. Dalam beberapa dekade terakhir ini, yang sudah mulai terlihat lancar dari empat macam teknologi dan dari berbagai perkembangannya yang relatif begitu menonjol, di antaranya adalah:

  1. Teknologi Informasi
  2. Teknologi Manufaktur
  3. Teknologi Transportasi
  4. Teknologi Komunikasi

Teknologi informasi ternyata memiliki dampak yang paling dominan daripada yang ketiga teknologi lainnya terhadap lingkungan bisnis.

Adapun beberapa Manfaat dari Sistem Informasi Akuntansi untuk strategi bisnis adalah sebagai berikut:

  1. Menyediakan sarana berbagai informasi yang lebih akurat, terpercaya dan lebih tepat waktu sehingga dapat melakukan berbagai aktivitas utama pada value chain secara lebih efektif dan efisien.
  2. Dapat meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produksi, baik itu berupa produksi barang maupun jasa yang telah banyak dihasilkan selama ini.
  3. Meningkatkan efisiensi bisnis.
  4. Meningkatkan kemampuan dalam mengambil berbagai keputusan bisnis.
  5. Meningkatkan sharing pengetahuan dan jaringan bisnis.

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) yang merupakan suatu sistem informasi yang tertua atau dapat pula dikatakan sebagai suatu aplikasi sistem komputer utama yang pertama kali yang berfungsi untuk mengolah data akuntansi.

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) memiliki empat macam tugas dasar, yaitu sebagai:

  1. Pengumpul Data Perusahaan.
  2. Memanipulasi Data Organisasi.
  3. Penyimpanan Data/Informasi Perusahaan.
  4. Penyimpanan Dokumen Penting Perusahaan.

Apabila Anda adalah seorang yang ingin masuk ke dalam dunia bisnis baru, maka pentingnya dasar akuntansi tidak boleh untuk Anda abaikan. Kemampuan Akuntansi dan Keuangan merupakan dua istilah penting yang sangat berguna dalam dunia bisnis. Bahkan ketika Anda akan membuat dan menjalankan sebuah perusahaan baru/lama.

Software Akuntansi selalu menjadi pilihan utama karena dapat berarti bahwa biaya setupnya cukup rendah dan dapat membantu Anda dalam memulai dan menjalankan bisnis berkelanjutan dengan pembukuan yang lebih baik dengan perpatokan kepada prinsip-prinsip yang sesuai dengan dasar akuntansi dari awal.

Berbagai peran Teknologi Informasi Akuntansi sebagai suatu alat bantu dalam pengambilan keputusan bisnis untuk berbagai fungsi-fungsi dan tingkatan level-level manajerial. Suatu hal yang sangat penting bagi para pengelola bisnis, khususnya pada peningkatan kinerja keuangan suatu perusahaan.

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY atau Download Gratis dan Demo Software Akuntansi EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi:

Novi Yanirahmawati

WhatsApp: 0838-771-77119
Email: marketing@easyaccountingsystem.co.id