Posts

Prinsip Akuntansi sebagai Dasar Pencatatan dan Pelaporan

Dari setiap proses pencatatan maupun pelaporannya, akuntansi memberikan beberapa prinsip-prinsip dasar yang menjadi pedoman utama dalam penyusunannya. Keakuratannya menjadi mutlak dapat dinilai dengan sempurnya.  Agar hal tersebut dapat terlaksana dengan baik maka dibuatlah penyeragaman prosedur akuntansi dari setiap pemakainya (badan maupun perseorangan) yang biasa disebut dengan Prinsip-prinsip Dasar Akuntansi (prinsip akuntansi) yang Bertema Umum (PABU).

Disiplin Ilmu akuntansi merupakan suatu bidang ilmu yang sangat dinamis dimana dapat disesuaikan dengan berbagai perubahan berbagai keputusan akuntansi serta perubahan perkembangan teknologi termasuk teknologi IT seperti perubahan-perubahan kebijakan perekonomian atau berbagai macam praktek-praktek lain yang sudah terkait

Prinsip-prinsip tentang dasar akuntansi tentunya berbeda-beda untuk setiap negara. Di Indonesia, badan atau lembaga yang sudah dirasa cukup diakui dan berpengalaman, tentunya berhak dan bertanggung jawab akan perubahan dan peraturan akuntansi yang berlaku di Indonesia adalah : Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

ilustrasi prinsip akuntansi

Prinsip akuntansi yang sudah berlaku secara Umum (PABU) adalah sebagai berikut :

1. Prinsip Entitas

yaitu menjelaskan tentang konsep berbagai kesatuan usaha yang harus berdiri sendiri dan sudah terpisah dari satu usaha atau individu lain. Jadi, segala hal yang berhubungan dengan pencatatan akuntansi tentunya tidak diperkenankan dicampur adukkan dengan pencatatan usaha atau individu lain bahkan itu jika adalah pemiliknya sendiri.
Misalkan : Bank dan Aktiva tetap yang tercantum dalam neraca sehingga diakui sebagai asset perusahaan adalah bank atau aktiva tetap atas nama perusahaan sendiri.

2. Prinsip Satuan Moneter

Artinya adalah  hanya sekedar mencatat transaksi yang telah dinyatakan dalam mata uang. Mutu layanan pelanggan, prestasi pegawai dan lain-lain yang tidak bisa dinyatakan dalam mata uang (Non kuantitif) tidak dapat dilaporkan dalam bentuk laporan keuangan.

3. Prinsip Kurun Waktu

adalah penilaian dan pelaporan keuangan suatu perusahaan dibatasi hingga waktu tertentu . Ini dimaksudkan agar suatu informasi keuangan dapat dihasilkan tanpa harus menunggu ketika usaha yang dijalankan telah tutup.
Misalnya: Penyajian laporan keuangan secara periodik, bulanan, triwulan, semester atau tahunan.

4. Prinsip Biaya Historis

merupakan konsep yang mengharuskan penggunaan harga perolehan yang sesungguhnya dalam menilai harta atau jasa yang sudah dibelinya. Jika pada proses pembelian tawar-menawar terjadi, berarti yang dinilai yaitu pada harga kesepakatan. Terdapat berbagai cara yang digunakan dalam menilai suatu harta/jasa meliputi nilai buku, nilai pasar, nilai tunai, dan nilai ganti.

5. Prinsip Pengungkapan Lengkap

adalah penyajian laporan keuangan yang harus informatif (Relevan dan mudah untuk dipahami).

6. Prinsip Usaha Berterusan

Anggapan bahwa suatu entitas ekonomi berjalan berkesinambungan tanpa ada kejadian pembubaran kecuali jika terdapat peristiwa tertentu yang dapat menyangkalnya.

7. Prinsip Mempertemukan

Biaya dipertemukan dengan pendapatan karena terdapat adanya biaya yang sudah dimaksudkan. Konsep inilah yang akan menghasilkan nilai berupa penghasilan bersih selama periode tertentu. Konsep ini sudah diterapkan umumnya ketika akan membuat jurnal penyesuaian di mana akan ada pengakuan dan biaya yang sesungguhnya.

8. Prinsip Pengakuan Pendapatan :

adalah Pendapatan merupakan kenaikan harta karena telah terjadinya kegiatan usaha seperti penjualan, persewaan, penerimaan bagi hasil, dan lain sebagainya.

9. Prinsip Materialitas :

Materialitas berkaitan dengan dampak dari suatu item terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Prinsip ini yang memungkinkan akuntan untuk menggunakan pertimbangan profesionalnya dalam menentukan apakah suatu item tersebut termasuk material atau tidak.

Secara teori, suatu item akan dianggap sebagai material jika pencantuman atau pengabaian item tersebut sudah mempengaruhi atau mengubah penilaian dari seorang pengguna laporan keuangan.

10. Prinsip Konservatif :

Prinsip ini mengakui biaya yang mungkin akan terjadi tetapi tidak mengakui pendapatan yang belum terjadi. “Pesimistis bagi seorang akuntan”.

11. Prinsip Konsistensi

untuk prinsip ini transaksi yang sejenis haruslah dicatat dan dilaporkan dengan metode yang sama pada periode berikutnya. Kegunaan dari penerapan prinsip ini adalah agar laporan keuangan dapat diperbandingkan (memiliki daya banding tersendiri).

Hal ini tidak berarti bahwa metode tersebut tidak boleh diubah. Jika perubahan metode dilakukan, sifat pengaruh perubahan tersebut serta alasannya harus diungkapkan dalam catatan laporan keuangan pada periode terjadinya perubahan.

Prinsip-prinsip akuntansi ini seharusnya sudah terlihat dalam laporan keuangan, sehingga kualitas laporan keuangan belum dapat dipertanggungjawabkan dan digunakan seoptimal mungkin dalam hal pengambilan keputusan.

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY atau Download Gratis dan Demo Software Akuntansi EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi:

Novi Yanirahmawati

WhatsApp: 0838-771-77119

Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id

Prinsip Dasar Sistem Pengendalian Internal Akuntansi

Setiap organisasi dari masing-masing perusahaan memiliki prinsip-prinsip pengendalian internal yang berbeda-beda agar dapat mencapai tujuan masing-masing. Namun pada dasarnya secara garis besar adalah yang terpenting terletak pada pengendalian internal akuntansi.

Ilustrasi Pengendalian Internal Akuntansi

Suatu sistem akuntansi setidaknya harus memenuhi enam prinsip utama dari dasar pengendalian internal perusahaan  yang meliputi beberapa hal berikut ini:

1. Pemisahan dari Tiap Fungsi Departemen/Divisi

Tujuan utama dari pemisahan fungsi masing-masing departemen atau divisi ini sebenarnya adalah untuk menghindari atau meminimalkan terjadinya kesalahan dan mempermudah dalam hal pengawasan agar dapat segera membereskan kesalahan atau ketidakberesan agar tidak sampai berlarut-larut terlalu lama yang dapat menyebabkan terhentinya operasional bisnis. Adanya pemisahan fungsi agar dapat mencapai suatu keefektifan dan efisiensi dalam hal pelaksanaan tugas dan tanggungjawab tiap masing-masing divisi.

2. Membuat Prosedur dari Pemberian Wewenang dan Tanggungjawab

Tujuan utama dari prinsip pembuatan prosedur tentang pemberian wewenang dan tanggungjawab ini adalah untuk menjamin bahwa transaksi sudah terotorisasi dengan baik oleh setiap orang yang memegang kendali dan wewenang masing-masing.

3. Prosedur File dan Dokumentasi

Prinsip selanjutnya adalah prinsip prosedur mendokumentasi yang layak dan rapi sangat penting dalam hal menciptakan sistem pengendalian internal akuntansi yang lebih efektif dan profesional. Dokumentasi memberikan dasar bahwa penetapan tanggungjawab untuk setiap pelaksanaan dan pencatatan dari sisi akuntansi.

4. Prosedur Pencatatan Akuntansi

Tujuan dari prosedur pencatatan akuntansi ganda ini adalah agar dapat disiapkannya catatan-catatan akuntansi yang lebih teliti secara cepat dan data akuntansi dapat dilaporkan kepada pihak yang akan menggunakannya secara lebih tepat waktu dan terarah dengan baik.

5. Pengawasan Berkala Terhadap Harta Fisik

Usahakan untuk selalu mengadakan pengawasan secara berkala dari setiap penggunaan penggunaan harta fisik dari perusahaan yang Berhubungan langsung dengan berbagai peralatan, perlengkapan dari segi mekanis maupun elektronis dalam setiap pelaksanaan dan pencatatan transaksi operasional sehari-hari perusahaan.

6. Pemeriksaan Internal Secara Bebas Dadakan Tanpa Terjadwal

Menyangkut pembandingan antara catatan asset dengan asset yang betul-betul ada, menyelenggarakan rekening-rekening kontrol dan mengadakan perhitungan kembali tentang penerimaan kas dan lain sebagainya. Hal ini sebenarnya bertujuan untuk mengadakan perihal pengawasan terhadap kebenaran data baik dari sisi fisik maupun sisi catatan.

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY atau Download Gratis dan Demo Software Akuntansi EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi:

Novi Yanirahmawati

WhatsApp: 0838 7717 7119
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id

Kelola Piutang dan Situasi Buruk Akibat Piutang Usaha

Bagaimana Cara Mengelola Piutang Usaha Anda?

ilustrasi piutang usaha

Dengan mengetahui seberapa efektif Anda ketika mengelola piutang usaha, sangat penting artinya dalam hal pengelolaan keuangan perusahaan secara lebih menyeluruh.

Pertanyaan yang seringkali muncul dan lebih diterjemahkan sebagai pertanyaan tentang kebijakan kredit dari suatu perusahaan seperti pertanyaan: “Seberapa efektifkah kebijakan pembatasan kredit penjualan yang sudah Anda terapkan selama ini sehingga mampu untuk meningkat penjualan dari satu sisinya yang lain? Dan seberapa mampukah Anda dalam mengkonversikan piutang menjadi kas sebagai penopang kelancaran operasional perusahaan, dari sisi yang satunya.”

Dengan kata lain, mengetahui seberapa efektif Anda dalam pengelolaan piutang dagang saat menjalankan suatu perusahaan untuk menjawab pertanyaan seperti: seberapa efektifkah Anda dalam melakukan tatakelola keuangan perusahaan dari usaha Anda dalam mendukung kelancaran operasional perusahaan secara keseluruhan?

Khusus untuk perusahaan yang berskala besar, tugas pengelolaan keuangan mungkin saja akan diambil alih oleh bagian keuangan (treasury), akan tetapi pada perusahaan-perusahaan yang berskala menengah ke bawah, tugas ini umumnya hanya diambil alih oleh para owner atau bagian accounting saja, termasuk salah satunya adalah urusan piutang dagang. Sehingga, kemampuan mengelola piutang usaha harus dikuasai sepenuhnya oleh mereka yang sudah bekerja pada kedua bagian ini (treasury dan accounting).

Untuk menjawab pertanyaan “seberapa efektifkah Anda dalam mengelola piutang dagang perusahaan” sudah pasti Anda perlu untuk melakukan assessment (pengukuran atau pengujian) dengan menggunakan parameter atau indikator dan metode tertentu yang bisa mengarahkan Anda terhadap kesimpulan tersebut.”Pada bagian accounting itu sendiri, urusan piutang usaha biasanya dipegang oleh bagian khusus yaitu “Accounts Receivable” tentunya di bawah pengawasan chief accounting maupun controller dari perusahaan.

Bagaimana Cara untuk Mengelola Piutang Usaha Secara Lebih Efektif?

Dalam usaha untuk meningkatkan pengelolaan piutang usaha, terdapat dua hal yang umumnya paling ingin dihindari oleh setiap perusahaan (tanpa terkecuali), yaitu:

1. Bad Debt (Piutang Tak Tertagih)

Yang satu ini memang mimpi yang paling buruk (bahkan terburuk) dan paling menakutkan untuk para pengusaha. Perusahaan sehat seperti apapun akan dengan mudah dapat bangkrut apabila memiliki bad debt yang cukup tinggi.

2. Overdue Receivable (Piutang yang Sudah Lewat Jatuh Tempo)

Pembayaran yang melewati jatuh tempo dapat juga menjadi parasit yang sangat mematikan dan dapat dengan mudah menggerogoti kesehatan keuangan perusahaan. Jika keduanya tak mampu dihindari oleh perusahaan dan sudah berdampak pada kesehatan arus kas. Maka hal ini akan memaksa perusahaan untuk melakukan salah satu diantara ketiga alternative tindakan berikut ini:

  1. Berusaha mencari sumber dana lain dari pinjaman bank (bank loan) agar dapat menutupi kebutuhan akan kasnya yang sangat besar. Sudah pasti akan disertai dengan beban bunga yang harus ditanggung oleh perusahaan.
  2. Sedikit lebih menurunkan kapasitas perusahaan dalam menghasilkan barang atau jasa sehingga pendapatan, baik secara langsung maupun tidak langsung juga akan tergerus dengan perlahan. Atau langkah terakhir.
  3. Kombinasi dari keduanya.

Lalu apa yang akan dilakukan oleh para pengusaha agar dapat mencegah bahkan menghindari piutang tak tertagih dan piutang lewat jatuh tempo?

Secara umum dua pendekatan ini yang akan dilakukan oleh para pengusaha tersebut untuk mencegah bahkan menghindari piutang tak tertagih dan piutang jatuh tempo ini, yaitu dengan cara :

Melakukan Tindakan Penagihan yang Lebih Agresif Terhadap Para Terhutang

Mencoba untuk menghubungi para pelanggan terhutang (via email atau telepon) secara terus menerus tanpa henti. Bahkan tidak jarang sampai mendatangi kantornya secara langsung untuk mengingatkan bahwa hutang mereka sudah mendekati waktu jatuh tempo. Apabila sampai pada fase ‘tak tertagih’, biasanya perusahaan “akan” mendatangi kediaman pribadi para pelanggan tersebut untuk melakukan penagihan secara paksa.

Menerapkan Kebijakan Limit Kredit yang Lebih Ketat Terhadap Customer

Jika di masa lalu menyediakan kredit 30 hari yang berlaku untuk semua pelanggan, dalam rangka pencegahan kemungkinan terjadinya bad debt. Mungkin perusahaan akan berusaha untuk mempersempit termin pembayaran menjadi hanya sekitar 2 minggu saja. Dan yang lebih ekstrimnya lagi adalah mungkin perusahaan hanya akan melayani penjualan tunai saja.

Kedua pendekatan tersebut memang sangat ampuh untuk mencegah (atau menghindari) adanya piutang tak tertagih maupun piutang lewat jatuh tempo. NAMUN, apabila dilakukan secara berlebihan TANPA memperhitungkan dari SISI LAIN, perusahaan bisa saja akan terjebak dalam suatu keadaan yang mungkin sama sekali tidak pernah mereka duga.

Salah satunya adalah dari penerapan kebijakan kredit jatuh tempo yang sangat ketat dan tindak penagihan yang lebih agresif. Hal ini akan berdampak langsunng terhadap naik/turunnya penjualan yang pada akhirnya juga akan dapat berpengaruh terhadap pendapatan dan laba-rugi pada akhir periode tertentu.

ntuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY atau Download Gratis dan Demo Software Akuntansi EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi:

Novi Yanirahmawati

WhatsApp: 0838-771-77119
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id

Latar Belakang, Manfaat Serta Tujuan Pajak Amnesty

Di artikel sebelumnya sudah dibahas tentang Apa itu Pajak Amnesty serta Bagaimana Proses Amnesti Pajak tersebut kan? Yang masih belum baca, bisa dilihat disini ya….. Cara Ikut Program Tax Amnesty

ilustrasi pajak amnesty

Latar Belakang Pajak Amnesty

  • Moderasi Pertumbuhan Ekonomi Global
  • Perekonomian Amerika Yang Belum Stabil
  • Perlambatan Pertumbuhan Tiongkok
  • Ketidakpastian Kebijakan Moneter
  • Harga Komoditas Menurun
  • Risiko Geopolitik: Timur Tengah & Brexit

Manfaat Amnesti Pajak

1. Untuk Pemerintahan

Dengan diberlakukannya tax amnesty atau pengampunan pajak ini maka akan menambah penghasilan pernerimaan baru dimana penambahannya dirasa cukup efektif dalam mengurangi penerimaan negara yang semakin berkurang. Dengan diterapkannya tax amnesty atau pengampunan pajak ini maka secara otomatis akan menarik dana yang terdapat di luar negeri ke Indonesia yang menjadikannya masuk ke dalam pencatatan untuk sumber pajak baru. Amnesti pajak yang diasumsikan oleh pemerintah sebanyak Rp.60 triliun yang tercantumpada APBN 2016. Nominal tersebut berasal dari tarif tebusan sebesar 3% dari dana yang masuk yaitu sekitar Rp. 2.000 triliun.

2. Untuk Pengembang

Dengan diberlakukannya amnesti pajak atau pengampunan pajak ini maka membuat sektor properti mengalami pertumbuhan untuk tahun berikutnya. Kebijakan ini berhubungan dengan pajak yang menjadikan indikator untuk kebangkitan sebuah bisnis proprtyi yang ada di Indonesia. Tax amnsty ini sangat dipercaya untuk memberikan sebuah pengaruh terhadap pengembang untuk dapat terus berhubungan dengan para investor. Para investor selama ini merasa tidak mau untuk menamkan modalnya di Indonesia karena negara Indonesia mempunyai pajak properti yang tergolong sangat tinggi.

3. Untuk Investor

Bukan hanya dari pemerintah dan pengembang saja yang merasa senang dengan kabar ini, hadirnya tax amnesty atau pengampunan pajak ini juga sangat disambut baik oleh para investor. Dengan adanya tax amnesty akan memberikan keuntungan terhadap kegiatan bisnis. Amnesti pajak ini dapat membuat para konsumen serta investor untuk lebih berani lagi melakukan pembelian terhadap properti. Dengan demikian, para investor tidak merasa takut lagi untuk melakukan pembelian properti.

Tujuan Pajak Amnesty

  1. Repatriasi atau menarik dana warga negara Indonesia yang ada di luar negeri.
  2. Untuk meningkatkan pertumbuhan nasional.
  3. Lebih meningkatkan basis perpajakan nasional, yaitu aset yang disampaikan dalam permohonan pengampunan pajak dapat dimanfaatkan untuk pemajakan yang akan datang.
  4. Meningkatkan penerimaan pajak tahun ini.

“Kebijakan pengampunan pajak akan menghasilkan penerimaan negara dari uang tebusan yang dibayarkan wajib pajak yang mengikuti program tersebut”

Kunci sukses yang bisa dipelajari dari penerapan pengampunan pajak yaitu:

Pertama adalah rancangan kebijakan harus menjadi titik tolak dari sistem perpajakan yang baru melalui rekonsiliasi data.

Kedua, Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) harus memiliki data yang akurat, serta membangun administrasi pajak yang kuat dan efektif.

Ketiga, Pelaksanaan pengampunan pajak harus didukung dengan prosedur yang jelas dan mengikat bagi semua wajib pajak yang mengajukan pengampunan.

Keempat, Langkah pengampunan pajak harus dilengkapi dengan penegakan hukum yang tegas.

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY yang cocok dengan Perusahaan Anda atau Download Gratis dan Demo Software Akuntansi EASY di Kantor Anda, Silakan Menghubungi:

Novi Yanirahmawati

WhatsApp : 0838 7717 7119

Telepon: 021 225 451 83

Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id

Cara Ikut Program Tax Amnesty (Bagian II)

Sudah Tahu Cara Ikut Program Tax Amnesty?

program tax amnesty

Artikel ini akan membahas tentang Perhitungan Program Tax Amnesty dan Surat Permohonannya, dibaca ya guys..

Simulasi Contoh Perhitungan Uang Tebusan Tax Amnesty

Sebagai contoh ilustrasi PT. A adalah WP badan Usaha yang telah melaporkan SPT PPh Badan terakhir untuk tahun 2015 pada periode 31 Maret 2016, namun ada harta tambahan senilai lebih kurang 1 Milyar yang dimiliki perusahaan belum dilaporkan  dalam SPT dan ingin melaporkan pada periode pertama, perhitungan uang tebusannya adalah sebagiai berikut:

2% X (75% X 1 Milyar) atau 2% X 250 juta = 5 juta rupiah

Catatan : Patokan nilai harta bersih diperoleh dengan menghitung nilai harta dikurangi dengan nilai maksimal hutang atas perolehan harta tersebut. Dengan catatan bahwa nilai hutang tersebut belum dicantumkan dalam laporan SPT PPh Badan terakhir.

Formulir dan Surat Permohonan Tax Amnesty

Anda bisa download disini : Format Formulir dan Surat Permohonan Amesty Pajak dalam format Microsoft Word dan Excel, mengenai petunjuk pengisiannya Anda bisa pelajari mengenai Juknis dari Direktorat Jenderal Pajak (point 4 dan 5 diatas).

Dengan kebijakan pengampunan pajak Tax Amnesty yang dikeluarkan oleh pemerintah ini diyakini bisa meningkatkan pendapatan negara khususnya dari pajak, dengan target sampai dengan batas akhir periode pelaporan 31 Maret 2017 adalah sebesar 165 Triliun rupiah.

Terutama program ini diharapkan bisa memancing masuknya aliran dana terkait WNI yang mengalihkan harta yang dimilikinya dari luar negeri masuk ke Indonesia untuk menunjang pembangunan, dan target jangka panjang dalam rangka meningkatkan taraf hidup seluruh rakyat Indonesia melalui pengembangan investasi di semua sektor.

Pada dasarnya penerapan tax amnesty ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah wajib pajak, subyek dan obyek pajak sekaligus meningkatkan penerimaan negara dari dana-dana yang di “parkir” di luar negeri.

Nah, sebenarnya jika Anda “Wajib Pajak” selalu melaporkan pajak harta Anda setiap tahunnya dengan teratur, maka Tax Amnesty ini dapat dihindari. Jika perusahaan Anda mengalami kesulitan dalam perhitungan pajak, jangan khawatir karena saya punya SOLUSI untuk masalah tersebut.

“Jangan sampai keuangan perusahaan Anda terhambat apalagi harus sampai mengeluarkan biaya lebih hanya karena kesalahan pada perhitungan keuangan perusahaan.”

Jadi, Easy Accounting System hadir untuk membantu kelancaran laporan keuangan pada perusahaan Anda. Dimulai dari pemasukan hingga pengeluaran akan tercatat akurat dengan hanya sekali “KLIK”. Jika Anda masih bersikeras menggunakan manual, kini saatnya Anda BERUBAH dan MERUBAH cara kerja Accounting Anda.

 

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY atau Download Gratis dan Demo EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi:

Novi Yanirahmawati

Telepon: 021 225 451 83
WhatsApp: 0838-771-77119
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id

Sudah Tahu Cara Ikut Program Tax Amnesty ? (Bagian I)

Sudah Tahu Cara Ikut Program Tax Amnesty?

 

Mau Ikut Program Tax Amnesty? Simak baik-baik ya.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan siap mengawal implementasi program amnesti pajak, setelah adanya penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 118/PMK.03/2016 sebagai turunan dari UU Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak.

Nah, sebelum lebih jauh mari cari tahu dulu apa itu Tax Amnesty:

Pengertian Tax Amnesty

Tax Amnesty adalah kebijakan pemerintah dengan menghapus pajak terhutang serta beban administrasi berupa denda pajak dan sanksi pidana bagi wajib pajak yang saat ini belum melaporkan harta dan kekayaan yang dimilikinya dengan cara membayar uang tebusan sesuai dengan undang-undang perpajakan yang berlaku.

Wajib Pajak yang bisa menggunakan fasilitas Tax Amnesti ini berupa: Wajib Pajak Badan Usaha, Orang Pribadi, dan Para Pengusaha  yang ingin melaporkan sebagian harta yang saat ini belum pernah dilaporkan melalui SPT Tahunan Pajak, bahkan program ini bisa diperuntukkan bagi mereka yang belum memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Bagaimana Cara Menghitung Tarif Uang Tebusan Amnesti Pajak

Cara menghitung besaran Tax Amnesty dengan menggunakan rumus:

Tarif Pajak X Harta Bersih

Tarif pajak yang dikenakan bervariasi sesuai dengan waktu Wajib Pajak dalam melapor dan membuat surat pernyataan, semakin cepat akan semakin besar nilai potongan discount yang diberikan.

Besaran tarif pajak sesuai dengan undang-undang nomor 11 Tahun 2016 mengenai Tax Amnesty:

A. Tarif Pajak Tax Amnesty

1. Wajib Pajak yang memiliki harta dalam negeri:

  • Periode I : Tarif 2%,  penyampaian surat pernyataan pada Tanggal 1 Juli sampai  dengan 30 September 2016 ;
  • Periode II : Tarif 3%, penyampaian surat pernyataan pada Tanggal 1 Oktober hingga 31 Desember 2016 ;
  • Periode III : Tarif 5%, penyampaian surat pernyataan pada periode 1 Januari hingga 31 Maret 2017.

2. Wajib Pajak yang memiliki harta di luar negeri:

  • Periode I : Tarif 4%,  penyampaian surat pernyataan pada Tanggal 1 Juli sampai  dengan 30 September 2016 ;
  • Periode II : Tarif 6%, penyampaian surat pernyataan pada Tanggal 1 Oktober hingga 31 Desember 2016 ;
  • Periode III : Tarif 10%, penyampaian surat pernyataan pada periode 1 Januari hingga 31 Maret 2017.

Catatan :

  • Jika aset yang berada di luar negeri tersebut dialihkan ke dalam negeri maka tarif yang dikenakan adalah sesuai dengan tarif harta dalam negeri atau sesuai dengan point nomor 1 diatas.
  • Semakin cepat melapor maka akan semakin besar potongan diskon yang diterima oleh WP.

3. Wajib Pajak memiliki usaha dengan omset dibawah 4,8 Milyar per Tahun:

  • Tarif : 0,5%,  bagi WP yang memiliki harta sampai dengan 10 Milyar
  • Tarif : 2%, bagi WP yang memiliki harta diatas 10 Milyar

Batas waktu pelaporan sampai dengan tanggal 31 Maret 2017

B. Harta Bersih

Nilai Harta bersih dihitung dengan cara mengurangi seluruh harta yang dimiliki dengan nilai hutang atas perolehan aset tersebut, dengan ketentuan maksimal hutang adalah 75% dari nilai aset untuk WP Badan dan 50% untuk WP Orang Pribadi.

Peraturan Pemerintah Tentang Tata Cara Pelaksanaan Pengampunan Pajak

  1. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 118/ PMK-118-PMK.03/2016, Tentang Pelaksanaan UU No 11 Tahun 2016 mengenai Pengampunan Pajak ;
  2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK-119-PMK-08-2016, Tentang Tata Cara Pengalihan Harta WP ke dalam negeri dan penempatannya pada Instrumen Investasi Pemerintah ;
  3. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 600/KMK.03/2016, Penetapan penunjukan bank Persepsi yang berhak sebagai penerima uang tebusan amnesty pajak ;
  4. Lampiran Tentang Juknis Pengisian Dokumen Formulir Amnesty Pajak  dari Direktorat Jenderal Pajak : Lampiran 1 – 4, Lampiran 5 – 11, Lampiran 12 – 19.
  5. Peraturan Direktorat Jenderal Pajak Nomor PER-07/PJ/2016, Tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Pengisian Dokumen dalam rangka Amnesty Pajak ;

Baca Juga: Cara Ikut Program Tax Amnesty (Bagian II)

Novi Yanirahmawati

SMS : 0838-771-77119
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id

Kelola Arus Kas Lebih Simple dengan Software Akuntansi

Kelola Arus Kas Lebih Simple

Membuat laporan arus kas perusahaan adalah bagian penting dari mengelola bisnis, tetapi juga benar-benar membosankan. Lebih teliti dalam pengelolaannya mampu menghemat waktu dan alat-alat yang dapat membuat pelaporan arus kas pebisnis menjadi pekerjaan yang jauh lebih mudah.

arus kas

Membuat laporan beserta perkiraannya akan memberikan pemilik bisnis kesempatan untuk melihat gambaran usahanya lebih besar, terutama jika pemiliknya belum pernah membuat aliran proyeksi kas untuk perusahaan sama sekali. Pemilik bisnis bisa saja memulainya dengan alat bantu gratis untuk membuat laporan arus dan melihat seberapa jauh yang perusahaan dapatkan. Jika membutuhkan analisa lebih, coba aplikasi berbiaya bulanan. Pemilik bisa saja membatalkan penggunaannya di suatu waktu jika ternyata aplikasi ini tidak membantu.

Format gratis untuk laporan arus kas

Mengapa harus membuat format baru jika ada format yang tersedia untuk diunduh secara gratis? Sulit untuk keliru dengan template yang disiapkan oleh para profesional dibidangnya. Satu-satunya kesalahan yang mungkin terjadi adalah minimnya pengetahuan keuangan dasar terkait pendapatan dan biaya.

Aplikasi dan alat kelola arus kas

Sudah ada peningkatan yang signifikan dalam jumlah aplikasi bisnis tersedia secara online. Jika pebisnis membutuhkan lebih dari sekedar format, mencoba beberapa aplikasi untuk menciptakan dan mengelola laporan keuangan bisa jadi solusi. Seperti Jurnal, adalah cara yang bagus untuk mengelola arus kas beserta pelaporannya.

Software akuntansi

Jika pebisnis menggunakan software akuntansi untuk mengelola pembukuan usaha, maka hampir pasti akses ke arus kas dan pengelolaannya akan sangat baik. Jurnal memiliki pengelolaan arus yang sangat mudah, rinci dan efektif. Fitur yang ada akan menghemat waktu karena data perusahaan sudah tersimpan dalam perangkat lunak.

Akuntan

Kecuali pemilik usaha terlatih dalam akuntansi, akuntan dalam perusahaan harus ikut terlibat dalam proses pengembangan laporan arus kas. Mungkin akan ada biaya ekstra untuk pengembangan ini, tetapi lebih baik untuk memiliki laporan yang akurat daripada mempunyai satu tapi ternyata tidak membantu.

Pendekatan yang diambil dapat membuat pekerjaan lebih mudah, tapi perlu berhati-hati bahwa laporan apapun hanya sebagai informasi yang dimasukkan ke dalam laporan.

Laporan keuangan yang salah akan sama berbahayanya dengan tidak memiliki laporan sama sekali, bahkan mungkin lebih berbahaya!

Informasi yang kurang tepat dapat menyebabkan bisnis menyusuri jalan yang mungkin membahayakan perusahaan. Atau laporan yang tidak akurat dapat mencegah pemilik bisnis dari peluang yang seharusnya disadari. Menggunakan sumber daya ini dapat memberikan pemilik posisi arus kas sebelum menjadi krisis. Mulai pembukuan dan pengelolaan arus kas secara efisien dan mudah, mulai dari sekarang!

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY yang cocok dengan Perusahaan Anda atau Download Gratis dan Demo Software Akuntansi EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi :

Novi Yanirahmawati

Telepon : 021 29666758-59 / 021 70404100
Fax : 021 29666757
SMS : 0838-771-77119
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id

Kelola Inventaris Lebih Simple dengan Software Akuntansi

Setiap pemilik bisnis harus melakukan manajemen persediaan, entah itu diatas kertas dalam spreadsheet, ataupun menggunakan perangkat online. Jika pemilik usaha berniat untuk meningkatkan skala bisnis, terbilang sangat penting untuk memilih program kelola inventaris yang tepat sejak awal.

Bisnis mungkin kecil hari ini, tetapi pemilik pasti punya rencana yang besar untuk tumbuh. Misalnya, memulai berjualan dengan toko fisik dan kemudian berkembang menjadi website atau menjual diinternet marketplace yang tersedia. Berikut adalah alasan mengapa pemilik bisnis harus memilih sistem manajemen inventaris dengan hati-hati :

  • Terpusat. Jika data untuk semua kebutuhan penjualan berada dalam satu tempat, informasi akan jauh lebih mudah untuk dijangkau dan dianalisa.
  • Penyederhanaan. Beberapa sistem yang ada membuat transaksi jauh lebih sulit untuk dilacak. Jika tidak berhati-hati, biaya tambahan bisa saja dikeluarkan dan malah membuat rugi. Lebih baik memiliki sebuah sistem yang terintegrasi untuk semua kebutuhan.
  • Kolaborasi. Sangat berguna untuk mampu berbagi data dari tempat yg berbeda dalam tim. Sistem pengelolaan inventaris yang baik akan membiarkan penggunanya melakukan ini dengan mudah.

Di sisi lain, pesatnya kemajuan teknologi membuat kebiasaan manual bisnis yang harus diubah menjadi lebih efisien dan well-adopted dengan teknologi.

Salah satunya adalah dengan software akuntansi yang menyuguhkan beragam manfaat, seperti:

  • Sinkronisasi dan analisa secara real time yang menawarkan informasi inventaris lebih mudah dan cepat.
  • Kejelasan dan konsistensi, dengan data yang digunakan oleh seluruh tim.
  • Mobilitas untuk pemilik usaha (terutama skala kecil) yang terus menerus dimana saja.
  • Sistem yang terpusat. Ini mencakup jumlah persediaan, data pesanan penjualan, order pembelian, faktur, pemasok dan informasi kontak pelanggan.
  • Data terkelola dan disimpan secara aman, yang berarti mengurangi pengeluaran dan resiko kehilangan data. Hal ini juga membuat lebih mudah untuk berbagi informasi dan kolaborasi dengan staf serta akuntan.

Dalam bisnis yang ideal, sudah seharusnya manajemen persediaan ter-otomatis. Software akuntansi sekarang tersedia untuk melakukan semua ini, menghemat banyak waktu dan usaha. Pebisnis masih harus membuat keputusan akhir tentang lini produk yang dijual, tapi biarkan sistem menangani sisa proses dengan software. Dengan sistem manajemen persediaan yang tepat, pemilik dapat fokus pada apa yang penting. Kontrol otomatis persediaan bisnis untuk melakukan hal terbaik, berkonsentrasi membangun bisnis!

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY yang cocok dengan Perusahaan Anda atau Download Gratis dan Demo Software Akuntansi EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi:

Novi Yanirahmawati

Telepon : 021 29666758-59 / 021 70404100
Fax : 021 29666757
SMS : 0838-771-77119
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id

Bagaimana Agar Bisnis Kita Mampu Bertahan di Tengah Krisis

Agar Bisnis Mampu Bertahan di Tengah Krisis

Software Akuntansi Easy Accounting System kali ini membahas artikel menarik yaitu tentang bisnis. Simak yuk!!

Zaman telah berubah dari waktu ke waktu. Kalau dulunya kita mendapat informasi  dari media cetak agak telat dikarenakan informasi yang melalui media surat kabar harus dicetak terlebih dahulu baru disebarkan karena hal ini membutuhkan proses terlebih dahulu. Namun, sekarang sudah ada media sosial dan internet sehingga kita bisa mendapatkan informasi maupun mengirim informasi dengan cepat bahkan bisa dalam waktu hitungan detik.

Pada tahun 90-an, brand – brand elektronik yang terkenal berasal dari Jepang baik dunia elektronik, dunia otomotif, juga dunia entertainment dikuasai oleh Jepang. Tapi siapa yang sangka ternyata pada tahun 2008 ke atas, muncul merk besar seperti Samsung, Blackberry, Nokia, Iphone dan lain sebagainya dan ternyata hal ini membuat akhirnya perusahaan Jepang menjadi goncang.

Negeri Sakura membutuhkan proses yang lama, bahkan untuk membuat atau memutuskan suatu keputusan diperlukan waktu satu hingga dua bulan, itu pun hanya untuk satu keputusan. Jika kita melihat brand – brand ponsel terkenal yang berasal dari Negeri Ginseng. Mereka menerapkan konsep untuk cepat dalam segala sesuatu. Mereka beranggapan bahwa lebih baik cepat walaupun mungkin ada beberapa hal yang perlu mereka sempurnakan.  Dan ternyata di era sekarang, konsumen tidak lagi sabar untuk menunggu dan mengganti ponsel mereka setiap dua tahun sekali. Konsumen membutuhkan sesuatu yang cepat. Mereka tidak membutuhkan inovasi yang luar biasa tetapi selalu update.

Hal yang kedua, bangsa Jepang adalah bangsa yang perfeksionis, mereka tidak dapat menerima kesalahan. Mereka beranggapan bahwa lebih baik tidak memulai sama sekali daripada mereka melakukan kesalahan. Tapi kalau kita lihat perusahaan – perusahaan IT yang besar di Amerika Serikat,  mereka menyiapkan budget untuk kesalahan, mereka juga memberikan reward bagi setiap staff yang memberikan ide. Walaupun pada akhirnya ide tersebut memberikan kerugian bagi perusahaan. Tapi mereka tetap percaya setiap kesalahan, seratus kesalahan maupun ribuan kesalahan akan memunculkan satu ide yang brilian yang akhirnya menjadi sebuah unicorn, sebuah produk yang dapat memberikan hasil yang luar biasa.

Agar bisnis mampu bertahan ditengah krisis, perlu menerapkan yang namanya  10 minutes brief.

Sebuah perusahaan tidak lagi efektif dengan cara kepemimpinan yang konservatif maupun otoriter. Perusahaan – perusahaan berkembang di Amerika Serikat tidak lagi memiliki sekat antara ruang CEO dengan staff biasa bahkan mereka tidak lagi meeting berjam – jam. Mereka dapat meeting dimana pun, kapan pun, dengan siapa pun.

Tidak lagi efektif dengan meeting berjam – jam, 8 jam sehari, 3 sampai 7 kali meeting dalam seminggu, yang perlu kita lakukan adalah kita cukup briefing selama 10 menit. Kita tanyakan apa yang sudah kamu lakukan, apa yang akan kamu lakukan nanti dan 10 minutes brief dapat kita lakukan dengan casual, seperti pada saat di tempat makan, pada saat lunch break atau pada saat coffee break, atau pada saat ditempat resepsionis dan lain sebagainya.

Bagaimana ? Setelah membaca artikel ini, apakah Anda tertarik untuk mengikuti cara Negara Jepang, Amerika Serikat ataupun Korea dalam mengembangkan bisnis Anda ?

Tentunya hal ini akan menarik, bukan ?

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY atau Download Gratis dan Demo Software Akuntansi EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi :

Novi Yanirahmawati

Telepon : 021 29666758-59 / 021 70404100
Fax : 021 29666757
SMS : 0838-771-77119
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id

Strategi Umum Dalam Menghadapi Pemeriksaan Pajak

Strategi Umum Dalam Menghadapi Pemeriksaan Pajak

Pemeriksaan Pajak, apa saja strateginya ?? Coba baca artikel dibawah ini ya..

pemeriksaan pajak

  • Bila terjadi kelebihan pajak, agar diajukan klaim atau restitusi pajak (pengembalian kelebihan bayar) dan jangan merasa takut dengan pemeriksaan pajak, selama kita tidak berbuat curang dan asalkan administrasi pembukuan kita dipelihara dengan rapi.
  • Pemeriksaan pajak tidak hanya didasarkan pada SPT. Walaupun laporan audit memberikan opini wajar tanpa pengecualian, karena setelah memasukan SPT dapat saja dilakukan pemeriksaan sederhana kantor selama 2 bulan.
  • Persiapkan pembukuan atau laporan keuangan yang rapi. Lakukan pembukuan dengan baik, benar dan jujur. Tutup celah – celah kelemahan dalam pembukuan yang bisa menimbulkan koreksi fiskal.
  • Gunakan konsultan pajak sebagai mitra diskusi seputar perpajakan dan pada saat diperiksa, karena konsultan pajak yang terdaftar dan bersertifikat dapat memberikan masukan dalam menghadapi pemeriksaan pajak.
  • Melakukan penelitian kembali atas pemenuhan kewajiban perpajakan yang selama ini telah dilaksanakan ( tax review ). Apabila memang masih ditemukan adanya kesalahan dalam melaksanakan kewajiban perpajakan tersebut, maka segera lakukan pembetulan sebelum dilakukan pemeriksaan.
  • Menyiapkan sikap mental dan berpikir positif, bahwa pemeriksa pajak juga manusia yang bisa berbuat salah dalam menjalankan tugasnya, sehingga tidak perlu ditakuti. Jangan perlakukan pemeriksa sebagai musuh, tetapi sebagai mitra dan terbuka untuk melakukan kompromi ( dalam arti yang positif ).
  • Selalu taat pajak dalam memenuhi hak dan kewajiban perpajakan, dengan cara menghindari penggelapan atau penghindaran pajak dengan cara illegal (tax evasion). Tindakan ini merupakan perbuatan kriminal karena menyalahi peraturan. Contoh kasus penggelapan pajak seperti melaporkan omzet atau penjualan lebih kecil dari yang seharusnya, pemalsuan dokumen perusahaan dan lain sebagainya.
  • Menyimpan semua dokumen perusahaan, minimal hingga masa kadaluarsa pajak.
  • Melakukan tax review untuk menguji apakah kita sudah memenuhi kewajiban perpajakan.
  • Menguasai peraturan pajak dengan baik dengan cara mengupdate aturan pajak dan aturan pemeriksaan pajak, terutama untuk digunakan dalam berargumentasi dalam berkomunikasi dengan pemeriksa pajak dalam rangka melaksanakan Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan (Closing Conference), untuk mempertahankan besarnya pajak yang sudah kita bayar, agar tidak harus membayar tambahan beban pajak lagi.
  • Merespon sikap dan perilaku pemeriksa pajak secara bijak agar tidak salah ucap atau salah langkah, untuk menghindari sentiment negative pada saat pemeriksaan berlangsung.
  • Jangan memberikan informasi secara sukarela (bila tidak diminta) kepada pemeriksa pajak.
  • Belajar dari pengalaman buruk dimasa lalu untuk memahami bagaimana menerapkan learning system yang benar agar kerugian besar dari pajak tidak terulang lagi di masa depan.

NB : koreksi fiskal adalah koreksi atau penyesuaian yang harus dilakukan oleh wajib pajak sebelum menghitung Pajak Penghasilan (PPh) bagi wajib pajak badan dan wajib pajak orang pribadi (yang menggunakan pembukuan dalam menghitung penghasilan kena pajak). Koreksi fiskal terjadi karena adanya perbedaan perlakuan/pengakuan penghasilan maupun biaya antara akuntansi keuangan dengan akuntansi pajak.

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY yang cocok dengan Perusahaan Anda atau Download Gratis dan Demo Software Akuntansi EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi :

Novi Yanirahmawati

Telepon : 021 29666758-59 / 021 70404100
Fax : 021 29666757
SMS : 0838-771-77119
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id