Fungsi Sistem Akuntansi dan Unsur Utama yang Ada di Dalamnya
Sistem akuntansi sangat diperlukan dalam setiap bisnis atau perusahaan yang digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan secara efektif dan efisien. Dalam mewujudkan sistem akuntansi yang baik, pada dasarnya harus mengetahui dasar dari sistem akuntansi itu sendiri, sistem akuntansi erat hubungannya dengan erjasama sumber daya manusia dengan sumber daya lainnya di dalam perusahaan untuk mewujudkan tujuan perusahaan. Tujuan sistem ini pastinya sama dengan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan, karena memang berdasar dari target perusahaan.

Fungsi Utama Sistem Akuntansi
Fungsi utama sistem akuntansi adalah mendorong optimalisasi agar sistem tersebut dapat menghasilkan berbagai informasi akuntansi yang terstruktur, tepat waktu, relevan, dan dapat dipercaya. Unsur-unsur yang terdapat dalam suatu sistem pembukuan saling berkaitan satu sama lain, sehingga dapat dilakukan pengolahan data mulai dari awal transaksi sampai dengan pelaporan yang dapat dijadikan sebagai informasi akuntansi.
Adapun tujuan utama sistem ini adalah:
- Menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru.
- Meningkatkan informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian, dan struktur informasinya.
- Memperbaiki kontrol akuntansi dan pengecekan internal yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan dari informasi akuntansi, dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan atas aset perusahaan.
- Mengurangi biaya dalam penyelenggaraan aktivitas akuntansi perusahaan.
Unsur Utama Sistem Akuntansi
Ada 5 unsur utama yang perlu diketahui antara lain:
1. Formulir
Dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi. Dengan formulir, data yang bersangkutan dengan transaksi yang direkam pertama kali akan dijadikan dasar dalam pencatatan.
2. Jurnal
Catatan akuntansi pertama yang digunakan untuk mencatat, mengklasifikasikan, dan meringkas beragam data keuangan. Dalam jurnal ini juga terdapat kegiatan peringkasan data, yang hasilnya akan dimasukkan ke rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
3. Buku Besar (General Ledger)
Rekening yang digunakan untuk meringkas data keuangan yang telah dicatat sebelumnya dalam jurnal. Rekening buku besar ini bisa dikatakan wadah untuk menggolongkan data keuangan, di pihak lain dapat dipandang pula sebagai sumber informasi keuangan untuk penyajian laporan keuangan.
4. Buku Pembantu (Susbsidiary Ledger)
Rekening pembantu yang merinci data keuangan yang tercantum dalam rekening tertentu dalam buku besar. Buku besar dan buku pembantu merupakan catatan akuntansi akhir, yang berarti tidak ada catatan akuntansi lain lagi sesudah data akuntansi diringkas dan digolongkan dalam rekening buku besar dan buku pembantu.
5. Laporan
Hasil akhir proses akuntansi yang berupa neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan laba ditahan, laporan harga pokok produksi, laporan biaya pemasaran, laporan harga pokok penjualan, daftar umur piutang, daftar utang yang akan dibayar, dan daftar saldo persediaan.
Setelah tahu fungsi, tujuan, serta unsur sistem keuangan yang sangat krusial untuk semua bisnis dan usaha, maka alangkah bijaknya jika Anda menerapkan sistem ini ke dalam perusahaan. Nah, pengusaha di Indonesia bisa mempercayakan sistem pembukuan dan keuangan pada software akuntansi Easy Accounting System yang terbukti handal dan sudah dipakai beragam level dan jenis usaha.
Ingin tahu lebih banyak tentang Easy Accounting System? Langsung klik kontak berikut:
WhatsApp: 0838 7717 7119
Telepon: (021) 225 451 83
Website: www.easycloud.co.id




